Betapa Indahnya Halaman Rumah Saya..
Ternyata begini rasanya… overload pekerjaan. Menangani berbagai macam pesanan program dari beberapa klien secara bersamaan. Sungguh menekan. Beberapa teman yang saya ajak untuk ikut mengerjakan malah keluar, say gudbay, tidak kuat cocok dengan keadaan yang menekan dan multitasking. Semakin lengkaplah beban pekerjaan saya yang harus diselesaikan…
Memang ini pilihan hidup saya saat ini. Hal ini secara implisit masuk dalam doa yang saya katakan… tapi secara nakal saya juga berkata pelan.."tapi ya gak seperti ini Ya Rabbi.."
. Gak papa, tetap semangat! No sweet without sweat! Sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan, ‘Alloh tidak akan membebankan sesuatu melebihi kemampuan hambanya’…
Lalu apa hubungannya dengan judul diatas…?
Setelah selama satu bulan lebih berada dalam ‘pertapaan’ yang ditemani si monitor, cpu, keyboard, speaker, kopi dan rokok… suatu hari saya menyempatkan diri untuk keluar rumah. Oh.. betapa indahnya halaman rumah saya… ditumbuhi rumput, sebatang pohon nangka yang sudah dipotong, tumpukan batu bata, pohon mangga, pagar besi… indah sekali… tidak terlihat monitor, cpu, keyboard dan…… YM
