ame268 - Everything is under control!

December 26, 2007

Penjaga Akal

Filed under: Mikir-mikir

 

Pernahkah Anda ke diskotik, clubbing, pesta, pesta bujang, pesta seks, pesta minum,  pesta joget, atau segala ‘tempat semacam itu’?. Yang saya maksudkan ‘Tempat semacam itu’ dengan kata lain adalah ‘tempat-tempat penghilang akal’. Bagaimana tidak, itu adalah tempat yang disediakan untuk sejenak menghilangkan akal sehat. Terlepas dari 1001 macam alasan mengapa perlu untuk sejenak menghilangkannya, yang jelas memang telah disediakan fasilitasnya. Mulai dari minuman beralkohol yang memang secara kimia berefek langsung ke syaraf akal, berbagai pil dan obat-obatan, sampai dengan balutan suasana, tata ruang, tata lampu dan kode etik bersama yang telah di set sedemikian rupa untuk tujuan menjaga selama mungkin jeda waktu hilangnya akal yang diinginkan.

Sekarang ini, menghilangkan akal barang sejenak atau dua jenak semakin lama semakin  menjadi gaya hidup atau kebiasaan. Mulai dari skala 1, misalnya makan berlebihan, skala 5 misalnya suka marah, sampai skala 10 misalnya overdosis, semua itu adalah gelombang hedonisme seperti angin yang menghembus kita secara semilir dan terus menerus, hingga kita terbawa baik secara sadar maupun tidak.

Padahal akal adalah hal yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai kombinasi pembeda dengan makhluk dibawahnya dan diatasnya yaitu hewan dan malaikat. Akal adalah juga alat yang telah membawa peradaban manusia sejauh ini melewati berbagai evolusi alam yang telah terjadi jutaan tahun.

Maka sungguh menyedihkan bila mereka yang telah berakal ini bertindak untuk menghilangkannya walaupun sejenak. Itu sama halnya seperti bermain rolet Rusia, kita tidak pernah tahu pasti, hanya berharap selalu mendapat ada kesempatan berikutnya, hanya nafsu yang menyebabkan kita nekad memainkannya.

Lalu disana, di tempat-tempat itu, pasti selalu ada security forces, sejumlah penjaga keamanan yang dengan siaga siap untuk mengamankan atmosfer penghanyut itu dari gangguan-gangguan yang tidak diharapkan. Dalam kontrak yang disepakati, deskripsi tugas mereka adalah ’sedemikian rupa menjaga berjalan lancarnya acara yang sedang berlangsung sehingga para peserta sedapat mungkin tidak terganggu untuk kembali berkonsentrasi, para peserta harus dijaga supaya tetap tidak konsentrasi’. Adanya security guard itu adalah dianggap mutlak diperlukan, karena dalam sebuah acara yang diikuti peserta yang sedang hilang akal, maka acara dan tempat itu adalah rentan untuk menjadi kacau, ribut, chaos dan atau hancur sama sekali. Dipilihlah para security guard yang justru tidak suka minum, tidak merokok, tidak tergoda untuk colak colek agar supaya konsentrasi tinggi (akalnya) mereka tetap terjaga prima. Mereka ibarat para pawang yang menjaga majikanya yang tidak merasa sayang dan malu menghewankan dirinya dan berkata, "tolong jaga aku bentar ya, aku mau jadi hewan dulu…" Ironis bukan?

1 Tamparan untuk 3 Pertanyaan

Filed under: Mikir-mikir

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

(Dari sebuah milist) 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer