(DUKUN VS HACKER) VS (DUKUN = HACKER)

Pertanyaan awal : adakah seorang dukun yang merangkap profesi sebagai hacker atau sebaliknya, adakah seorang hacker yang merangkap dukun?
Saya anggap –sekarang- tidak ada dan Anda harus setuju. Maaf… dengarkan dulu penjelasan saya. Pertama kita harus mengambil pemahaman bahwa dukun yang dimaksud adalah dukun yang sesungguhnya. Dukun yang sakti mandraguna, yang benar-benar mengerti tentang dunia gaib di dimensi ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Dan juga tentang programmer yang dimaksud adalah programmer canggih –kata arek Suroboyo”cuanggih”, yang mengerti cara kerja gelombang radio, hafal frekwensinya, hafal daftar port, dan bahkan biasa berkelana di dunia maya memasuki rumah-rumah (baca: situs / server) orang tanpa si pemiliknya sendiri tahu bagian itu dalam rumahnya.
Seorang dukun yang berkategori sakti maka dia bisa melihat apa yang tidak kasat mata, berkomunikasi dengan dunia lain di luar dunia ideal yang kita rasakan bersama ini, bahkan seringkali dipersyaratkan untuk seorang dukun sakti adalah harus mempunyai akar (bakat, garis darah, garis ilmu) yang kuat ke dunia masa lalu. Bahwa segala ilmu gaib sakti yang paling sakti adalah yang paling kuno, paling tua. Bahwa untuk mendapat ilmu terhebat, maka dia harus berlomba dengan teman-teman seprofesinya untuk menggali berita dan info paling lama, paling kuno yang bisa mereka dapatkan. Sementara hacker yang hebat adalah seorang yang selalu menjangkau pengetahuan ke masa depan di bidangnya. Semakin berkembang dunia komputer dan pernak perniknya dia selalu mengetahuinya. Dia berlomba dengan hacker-hacker lainnya untuk menjangkau pengetahuan terkini. Bila mungkin dia telah mengetahui batas-batas kapan dan bagaimana sesuatu di dunianya akan berakhir, atau lebih hebat lagi, akan berakhir di waktu yang di mau oleh sang hacker.
Gambarkan sebuah koordinat X, dititik 0 adalah pengetahuan orang awam –awam komputer dan awam dunia gaib- maka artinya semakin ke kiri (-) maka semakin jadul, semakin kuno, dan itulah arah yang ditempuh oleh seorang dukun. Sementara ke kanan (+) adalah arah yang ditempuh oleh seorang hacker.
Bila seorang dukun ingin merangkap jadi hacker maka dia akan kembali berada di tengah koordinat. That’s why tidak ada hacker yang merangkap jadi dukun karena mereka berada di environment yang berbeda… selesai.
Tapi , eits… tunggu dulu, coba kita lihat pernak-pernik mereka dibawah ini:
Mereka sangat mempunyai kesamaan dan kemiripan yang jelas. Tapi tetap saya tidak mengubah pikiran saya diatas, tapi akhirnya saya meneruskan pemikiran ini dengan satu teori bahwa dunia ini bulat. Everything that has the beginning has the end, kata matrix. Semuanya berputar dalam satu lingkaran. Segala pengetahuan, segala cerita, segala sejarah sebenarnya hanyalah putaran ulang. Berputar.. berputar… berputar-putar. Termasuk juga kordinat x saya tadi. Pada satu titik tertentu, titik x- (x negatif) akan bertemu dengan x+ (x positif). Sehingga pada satu ketika dukun tersakti akan bersalaman dengan hacker terhebat karena tiba-tiba mereka tenyata bertemu dalam dunia yang sama dan saling berbagi teori satu sama lain. Hahaha… maaf dan terima kasih telah membaca artikel futuristik saya ini.

pernah liat film “andai ia tahu” ? bintangnya marcell ama rachel maryam… disana panca (pembawa acaranya dunia lain) diplot sebagai seorang dukun yg ternyata bergelar S.Kom… dia memberi ramalan lowongan kerjaan, dan cinta dengan menggunakan fasilitas internet dari laptopnya yg dikoneksikan via handphone…. lucu juga!
Comment by reinhard — July 16, 2007 @ 8:52 am
Kalo dukun yang berprofesi sebagai penyanyi baru ada. Namanya dedi dukun ..
Comment by Rvaneo — July 18, 2007 @ 3:48 am
Kalo dukun yang berprofesi sebagai penyanyi baru ada. Namanya dedi dukun ..
Comment by Rvaneo — July 18, 2007 @ 3:49 am
y emang agak2 mirip c coz sama2 kerja jarak jauh n ilmunya tinggi - tinggi n yang paling sama dari mereka adalah sama - sama BANYAK DOSA.
Comment by Haris — November 27, 2007 @ 12:26 am
kalo hacker tu masih mencoba-coba…..
sedangkan dukun,,,sudah ga pake coba-coba tetapi pake jampi-jampi
Comment by aLto — November 27, 2007 @ 12:26 am
halo pak Amay,
thanks referensi angkutannya kemarin jadi tak pakai karena justru ada masalah dengan pengiriman yang saya tunjuk pertama. Ternyata orangnnya (p.Akmal) bagus, udah sampe tempat tujuan dengan selamat.
terimakasih bos
Comment by agung firdaus — December 1, 2007 @ 4:30 am
saya msh blum mengerti……
tpi d pkir2 btuol jg ya yg diblg dlm teks td……
Comment by kiki — March 17, 2008 @ 9:33 am
dukun lbh hbt dr hacker…cos dia bs nmbs dunia lain…hdp dkn
Comment by sanasuke — June 5, 2008 @ 7:40 am
Nah kalo beta nih “dukun” yang sudah digital… bukan yang konvensional… jadi kalo ke dukun konvesional sakit di kasih aer ma jampi2… kalo ke beta sakit beta kasih resep dan doa..
Comment by dukun digital — January 23, 2009 @ 11:56 am
keduanya hanya berasumsi tidak ada kepastian yang real.
Kpn anda berada dan kapan anda tdk berada yang tahu pencipta. Jadi referensi anda yang Maha pencipta ya..Kita ini hanya dititipkan kebumi u hidup dan pakailah u kes
Comment by pe.silaen — March 12, 2009 @ 7:48 am