ame268 - Everything is under control!

June 25, 2007

Ngapain lu ngomong gitu??!

Filed under: Mikir-mikir

 

Kontrol emosi, kontrol emosi. Pak Ari Ginanjar menyebutnya Kecerdasan Emosional. Dalam banyak hal justru kecerdasan emosi ini lebih berperan penting dalam kesuksesan. Cuplikan ceritanya : …

Ada 2 orang manager perusahaan mobil, kita sebut saja PT. A ditugaskan menemui seorang pemilik perusahaan asing, dengan misi agar si bos pemilik ini membeli / mengadakan kerjasama dengan PT. A. Direktur PT.A sebelumnya sudah memberi bekal pengetahuan dan skill yang amat cukup kepada kedua manager ini untuk melobi sang calon pembeli besar ini. Segalanya telah dipersiapkan dengan amat baik, segala data referensi yang diperlukan telah diformat untuk dipresentasikan dengan sangat rapi. Alhasil berangkatlah 2 manager yang berIQ diatas rata2 ini menemui sang calon pembeli. Entah dengan maksud apa, ternyata oleh sang calon pembeli 2 orang ini diajak dulu berkeliling di perusahaannya melihat-lihat sambil ada acara makan-makan. Pembicaraan berlangsung cerdas dan tampaknya calon pembeli semakin senang karena dia telah menerima data-data yang dia butuhkan. Sampai ketika mereka memasuki ruang sang bos, calon pembeli ini dengan bangganya memamerkan koleksi patung-patung gerabah kecil kebanggaannya yang memenuhi seeantero ruangan. Dia bertanya dengan sambil lau. "… proposal Anda sangat baik, ngomong-ngomong saya punya hobi koleksi patung gerabah ini bagaimana menurut Anda, bagus tidak?", si manager A menjawab, " Bagus sekali Pak… patung-patung ini pasti mahal sekali dan susah mencarinya…" sementara si manager B dengan serius mengamati koleksi patung-patung itu, katanya" … emm patung-patung ini saya tahu tempatnya, ada banyak di dekat rumah saya yang menjualnya dan tidak terlalu mahal kok…"

Akhirnya mereka pulang tanpa membawa kesepakatan kerja, alias PROPOSAL DITOLAK. 

Tambahkan obat bius + perangsang dalam minumannya

Filed under: Mikir-mikir

Only preview - ame268 

Di sebuah diskotik. Si cowok berpesan kepada pramusaji, "hi bro.. tolong campurkan ini ke dalam minumannya" sembari tak lupa menyelipkan selembar uang ditangannya.. "OK, bos.." balas si pelayan sambil mengedipkan mata dengan liciknya. Tak berapa lama, minuman telah tersaji dimeja didepan si cewek yang cantik dan berdandan seksi. Pakaian minim ala modern minimalis. Bla bla bla.. dan si cewek meminumnya. Tak berapa lama sang cewek mulai tampak tak berdaya dan dengan sigapnya sang cowok membantunya masuk ke dalam mobil. Seperti yang sudah diniatkan, jam menunjukkan pukul 23.00. Sang cewek berkata dengan lirihnya,  "… kita mau pulang kan?…" "..yoi, jangan kuatir…" begitu jawab sang cowok yang telah 5 bulan dikenalnya sebagai "cowok yang baik" itu. Tak berapa lama sampailah mereka ditempat yang dituju. Sang cowok dengan sigap membantu pacarnya yang tidak sadarkan diri itu. … singkat cerita pagi hari sang cewek menyadiri bahwa dirinya berada disuatu tempat asing dan sesuatu barusan terjadi padanya. Sang cowok pura-pura menyesal di sampingnya. Sang cewek marah-marah mengatakan sang cowok tidak berbudi dan tak lagi mau berpacaran dengannya…

Selanjutkan kisah ini masih berlanjut panjang… tapi saya stop saja disini, pertama karena saya memang tidak pernah sreg dengan cerita dan adegan sinetron Indonesia, sering merasa mual-mual kalau melihatya, kedua karena di rumah saya tidak menyediakan TV. Saya pakai combo, jadi harus back to keyboard.

Yang membuat kita mikir, "mungkinkan itu adalah hal yang pertama kali dilakukan oleh sang cowok?". Level -maaf- "meniduri" umumnya adalah level terakhir dari hasrat untuk mencari kenikmatan. Sebelum itu tentunya diawali dengan dengan fase "pra tidur" semisal senggal-senggol, raba-raba atau semacamnya yang lebih logis bila dilakukan cukup didalam mobil, dalam bioskop, tidak perlu sampai harus check  in dalam hotel. Masalahnya, adegan di sinetron itu tidak/belum pernah menampilkan adegan "pra tidur" tadi, ketika mereka pacaran adegannya adalah berlari-lari, makan bersama, saling menggoda dan bahkan ketika bersenggolanpun mereka cukup kaget dengan ketidaksengajaan itu.

What I’m trying to say, intinya, jangan-jangan fase "pra  tidur" itu sudah dianggap jamak dan umum dalam cara berpacaran mereka (dengan kata lain, sangat rentan ditiru atau bahkan sudah menjadi budaya), karena buktinya si cewek baru kaget dan berkata bahwa si cowok tidak berbudi ketika sudah di fase "tidur" dan tidak mengatakan apa-apa alias enjoy aja pada apapun sebelum itu. Karena "Annafsu kat thifli in tuhmilhu sabba ala hubbir rodlo’" hawa nafsu itu adalah seperti anak kecil bila kau ikuti trus keinginannnya dia akan tidak mau lepas menetek susu. Wallohua’lam…

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer